TAMAN WISATA BUKIT KELAM KALBAR

Posted by Unknown Sabtu, 20 Juli 2013 0 komentar
Kawasan Wisata Bukit Kelam yang berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai merupakan kawasan wisata alam perbukitan yang memiliki keindahan yang sangat eksotik.
Hutan wisata Bukit Kelam berada diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas dan termasuk didalam Sub DAS Melawi dimana keberadaan hutan wisata tersebut merupakan kawasan sumber air yang mengalir sebagai sungai yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi.

Berdasarkan hasil survey dikawasan ini sangat sangat cocok untuk olahraga terbang layang dan panjat tebing karena terletak pada ketinggian 50 - 900 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 15° - 40° serta kemiringan diatas 45°. Pohon yang tumbuh dikaki bukit umumnya berbatang tinggi, sedangkan dipuncaknya ditumbuhi semak semak. Pada dinding bukit jarang ditumbuhi tumbuhan karena terdiri dari batu terjal sehingga pepohonan yang yang tumbuh dan tertata rapi didalam jambangan.

Di Bukit ini juga terdapat tumbuh-tumbuhan langka seperti Kantong Semar Raksasa yang oleh masyarakat setempat dipergunakan sebagai wadah untuk menanak nasi, selain itu juga terdapat Anggrek Hitam. Saat ini kawasan Bukit Kelam sudah direnovasi dan kawasan ini dijadikan sebagai Pusat Perkemahan bagi pramuka. Untuk mencapai puncak Bukit Kelam saat ini sudah dibangun sebuah tangga dengan ketinggian ± 90 m yang terletak disebelah barat. Kawasan Bukit Kelam saat ini terus dikembangkan karena punya rentetan perbukitan lainnya seperti Bukit Luit dan Bukit Rentab. Selain itu juga kawasan ini sangat baik jika dibangun tempat peristirahatan yang nantinya dapat dikembangkan menjadi desa wisata yang menarik dan unik.
Hal ini juga tidak terlepas dari keberadaan dua rumah panjang didekat lokasi perbukitan ini yaitu Rumah Panjang Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang.

Bagi pengunjung yang suka bertualang menghadapi tantangan alam dan merindukan pemandangan alam yang asli maka Bukit Kelam adalah tempat yang cocok dalam memenuhi selera anda. Pendakian ke puncak bukit dapat ditempuh melalui dua cara yakni dengan mengunakan tangga atau melalui Tebing Batu yang sangat terjal dan menantang.

Baca Selengkapnya ....

TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG KALBAR

Posted by Unknown 2 komentar
Kawasan Taman Nasional Gunung Palung secara historis ditunjuk sebagai kawasan suaka alam melalui Staat Blaad No.4/13IB/1937 tanggal 29 April 1937 dengan luas 30.000 Ha, kemudian melalui SK Menteri Pertanian Nomor : 1014/Kpts/ VIII/12/1981 tanggal 10 Desember 1981 luas kawasan Taman Nasional Gunung Palung berubah menjadi 90.000 Ha dengan menunjuk kelompok hutan (kawasan perluasan) yaitu Gunung Kepayang, Gunung Seberuang, Sei Lekahan Batu dan sekitarnya dengan status kawasan berubah menjadi Suaka Margasatwa Gunung Palung.


Berdasarkan pernyataan Menteri Kehutanan Nomor : 448/Menhut-VI/1990 tanggal 6 Maret 1990 Kawasan Suaka Margasatwa Gunung Palung dideklarasikan menjadi Taman Nasional Gunung Palung yang secara geografis terletak diantara 010 00- 000 20’Lintang Selatan dan 109000’– 110025’Bujur Timur dan secara administratif pemerintahan terletak di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.
Kawasan ini memiliki 7 (tujuh) tipe ekosistem yang terdiri atas:
- Hutan Mangrove : ekosistem ini dapat dijumpai di bagian barat kawasan, seperti sekitar Sukadana dan Batu Barat.
- Hutan Tanah Aluvialekosistem ini dapat dijumpai di bagian barat kawasan, yaitu di sekitar Gunung Peramas dan Gunung Lobang Tedong Sukadana.
- Hutan Hujan Tropis Dataran RendahVegetasi di ekosistem ini didominasi oleh jenis-jenis medang (Litsea sp), meranti (Shorea sp), Bintangor (Callophylum sp) dan Ubah Besi.
- Hutan GambutEkosistem hutan ini berada diatas kawasan dimana air menggenang dalam keadaan asam dengan pH rata-rata 3,5 – 4,0.Tumbuhan yang hidup pada ekosistem ini adalah jenis-jenis Shorea sp, Ramin (Goniystylus bancanus), Dacrydium sp., Calophyllum sp., dan Alstonia sp.
- Hutan Rawa: ekosistem ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hutan rawa air tawar oligothropik dan hutan rawa air tawar eutropik. Vegetasi yang biasa ada di ekosistem ini adalah pohon-pohon yang tajuknya berlapis-lapis dan mampu mencapai ketinggian 50-60 meter, antara lain Jelutung (Dyera sp), Adina sp, Alstonia sp, Ficus retusa, dan Pandanus sp.
- Hutan PegununganHutan pegunungan atau biasa disebut hutan montana dapat ditemukan pada ketinggian antara 400 – 800 meter dari permukaan laut, biasanya ekosistem ini terdapat di beberapa puncak bukit yang rendah atau di lereng gunung. Jenis pohon dominan disini antara lain Kayu Medang (Hopea ferruginea), Pakit Tengkauang (Shorea sp), dan Bintangor Padang (Callophyllum grandifloris).
- Hutan Sub AlpinDi tipe ekosisten ini terdapat di Puncak Gunung Palung (1.116 mdpl) dan Gunung Panti (1.050 mdpl). Vegetasinya didominasi oleh lumut-lumutan, ganggang, anggrek, Kantong Semar dan paku-pakuan.

POTENSI FLORA FAUNA

FLORA
- Kantong Semar (Nephentes, sp) : Kantong Semar merupakan tumbuhan hijau yang hanya tumbuh di daerah tropis, tumbuhan ini biasanya tumbuh di hutan karangas, hutan rawa gambut, dan hutan di puncak pegunungan.
- Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata): mempunyai daya tarik yang sangat tinggi, sehingga jenis anggrek ini mempunyai reputasi secara internasional. Sebagai tanaman epifit, Anggrek Hitam tumbuh pada batang dan daun tumbuhan lain. Anggrek ini juga bisa hidup diatas tanah yang penuh serasah yang telah membusuk.
- Gaharu (Aquilaria malaccensis)Di Taman Nasional Gunung Palung, Pohon penghasil Gaharu yang sering ditemui adalah Aquilaria malaccensis, pohon ini mempunyai ciri khusus, yaitu : daun tunggal dan menyebar, pertulangan sekunder tidak jelas, ujung daun melancip, permukaan bawah daun mengkilat dan berwarna hijau pucat.
FAUNA
- Orangutan (Pongo pygmaeus)Orangutan hidup dan tersebar di hutan-hutan banyak di tumbuhi tanaman dari family Dipterocarpaceae.Orangutan tidur di dalam sarang, umumnya sarang berdiameter berkisar antara 1-2,5 meter dan ketinggian 10-30 meter. Orangutan dewasa lebih bersifat soliter, sedangkan Orangutan betina biasa berkelompok dengan kerabat yang masih satu keturunan. Anggota kelompok orangutan tidak melebihi lima individu.
- Bekantan (Nasalis larvatus)Satwa ini hidup endemik di Taman Nasional Gunung Palung dan hutan-hutan di kepulauan Kalimantan. Tidak heran, apabila Bekantan (Nasalis larvatus) dan Orangutan (Pongo pygmaeus) menjadi satwa primadona Taman Nasional Gunung Palung.
- Krabuku Ingkat (Tarsius bancanus): Krabuku adalah salah satu jenis primata berukuran kecil, merupakan jenis primata terkecil di dunia dengan berat tubuh hanya 10 gram. Satwa ini hidup aktif pada malam hari, sehingga biasa disebut satwa nokturnal. Makanan utama Tarsius adalah serangga besar, seperti semut, ulat, belalang, dan kecoa. Primata ini umumnya sering ditemukan di hutan yang ditumbuhi banyak penunjang kecil vertikal, seperti jahe liar dan pepohonan kecil.
- Klempiau (Hylobates agilis): Klampiau (Hylobates agilis) merupakan salah satu satwa liar yang hidup di Pulau Kalimantan, satwa ini termasuk dalam bangsa kera manusia dan biasa disebut dengan kera berlengan panjang. Satwa ini umumnya ditemukan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 1 jantan dewasa, 1 betina dewasa, dan 1 - 3 anak. Tiap kelompok mempertahankan wilayahnya seluas 20 – 30 hektar. Makanan Klampiau terdiri dari buah-buahan berdaging yang masak, dedaunan muda, dan serangga kecil. Primata ini biasanya hanya ditemukan di hutan yang tinggi dan hutan Dipterocarpaceae.
POTENSI WISATA
Air Terjun Riam Berasap: Air terjun Riam Berasap merupakan daya tarik utama wisatawan pada site ini. Air terjun ini mengalir dan pada bagian hilir sering disebut masyarakat sebagai Sungai Siduk. Tinggi air terjun mencapai 10 m dengan lebar 5 m. Jatuhan air terjun membentuk kolam dengan luasan mencapai 300 m². Air terjun yang jatuh menyebabkan percikan air yang seakan-akan terlihat seperti asap. Oleh karena itu, air terjun ini dinamakan Riam Berasap. Badan sungai yang berbatu menambah keindahan panorama sungai dengan airnya yang jernih dan ikan-ikan khas yang berwarna-warni bisa kita lihat di sepanjang aliran sungai Siduk.
Riam BekinjilSepanjang Sungai Siduk ini banyak kita jumpai riam-riam, salah satunya Riam Bekinjil yang tidak kalah menariknya dengan Riam Berasap. Riam Bekinjil ini terletak di bagian hilir Riam Berasap. Badan sungai yang berbatu dan aliran yang deras dengan suara gemuruh yang ditimbulkannya memberikan nuansa alam yang indah.
Riam Kurung PelandukRiam lain di sepanjang aliran Sungai Siduk adalah Riam Kurung Pelanduk. Pemandangan di sekitar riam ini cukup menarik, dengan suara aliran sungai yang terdengar dari kejauhan. Bebatuan alami di aliran sungai mempercantik pemandangan di sekitar Riam Kurung Pelanduk.
Puncak Gunung PantiPuncak Gunung Panti mempunyai tipe ekosistem sub-alpin dengan tumbuhan yang semakin sedikit ragamnya dan diselimuti oleh lumut, udara yang semakin dingin, dan topografi yang makin terjal. Untuk mencapai puncak Panti sudah ada jalur pendakiaan sederhana dari Camp Penelitian Cabang Panti. Waktu tempuh yang diperlukan dari camp Cabang panti ke Puncak Gunung Panti + 6 jam dengan jalan kaki. Kegiatan ekowisata ke puncak panti sangat ideal bagi pelaku ekowisata yang menggemari kegiatan treking karena lokasinya yang cukup jauh dan keadaan hutannya yang masih bagus.
Air Terjun PantiSumber air berasal dari mata air di Gunung Panti. Air ini mengalir di bebatuan pegunungan yang terjal sehingga membentuk aliran yang memotong tebing. Air yang jatuh inilah yang biasanya disebut air terjun. Formasi bebatuan yang dialiri air ini merupakan fenomena alam yang sangat menarik untuk dinikmati disamping keadaan udara yang masih segar dan penutupan hutan yang masih bagus serta kehidupan satwa liar yang relatif tidak terganggu.

Baca Selengkapnya ....

TAMAN NASIONAL BETUNG KARIHUN KALBAR

Posted by Unknown 0 komentar
TAMAN Nasional Betung Kerihun (TNBK) adalah kawasan konservasi terbesar di Provinsi Kalimantan Barat yang secara administrative termasuk ke dalam Kabupaten Kapuas Hulu dengan luas wilayah + 800.000 ha. meliputi 4 (empat) kecamatan yaitu, Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Embaloh Hilir, Kecamatan Putussibau Utara, dan Kecamatan Putusibau Selatan.
TNBK sangat kaya akan keanekaragaman hayati, keindahan alam, dan keunikan budaya masyarakat didalamnya. ribuan jenis flora dan fauna endemik Kalimantan telah teridentifikasi dan puluhan jenis lainnya merupakan jenis baru. Keanekaragaman sumber daya yang tinggi ini merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan guna kesejahteraan masyarakat terutama penduduk setempat. Menurut Iswandi, SE fungsional perencana muda Disbudpar Prov Kalbar, potensi yang dimilikinya Taman Nasional Betung Kerihun merupakan benteng kehidupan di jantung Kalimantan. Hal ini sejalan dengan Branding Visit Kalbar 2010 yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat yaitu:” KALBAR THE HEART OF BORNEO”.
Selain keanekaragaman hayati yang tinggi, kawasan TNBK juga memiliki kekayaan budaya yang beragam meliputi 7 (tujuh) sub etnis Dayak. Penduduk asli di kawasan sekitar TNBK adalah tergolong kelompok etnik Dayak yang terdiri dari Dayak Iban, Tamambaloh, Taman Sibau, Hovongan. Hanya kelompok Punan Hovongan yang bermukim di dalam kawasan TNBK dan mereka salah satu kelompok Dayak yang memiliki empat tipologi berbagai kelompok Dayak di seluruh Kalimantan (Borneo).
Lebih dari 1.000 KK dari etnis Dayak yang bermukim di sekitar kawasan TNBK, mereka hidup berbaur dengan beragam etnis lain diantaranya etnis – Melayu, Jawa dan Tionghoa. Menurut-nya-, Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) merupakan kawasan yang memegang fungsi vital bagi kehidupan manusia, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Nilai penting kawasan TNBK dimaksudkan sebagai Benteng Biodiversitas : Meliputi luas kawasan + 800.000 ha dengan ragam tipe ekosistemnya yang terbentang pada ketinggian di atas 150 – 2.000 m dpl (di atas permukaan laut) merupakan salah satu benteng biodiversitas di Indonesia bahkan di dunia. Pengatur Tata Air: Secara keseluruhan TNBK menyum-bang sebanyak 8,1 % dari seluruh Daerah Aliran Sungan (DAS) utama Kapuas di Kalimantan Barat yang mempunyai catchment area seluas 9.874.910 ha. Tidak Kurang dari 60 % tangkapan air di dalam kawasan merupakan sumber air bagi danau dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.
Taman Nasional Model
Pada Tingkat Nasional, TNBK berdampingan dengan 19 Taman Nasional lain di Indonesia menjadi sebuah Taman Nasional Model. Sebagai Taman Nasional Model, TNBK mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah terkait upaya konservasi yang dilakukan.

Fokus Kegiatan Internasional: TNBK merupakan Kawasan Konservasi Lintas Batas (Transfrontier Reserve) pertama di Asia, dimana TNBK berbatasan langsung dengan Lanjak Entimau Wildlife Sanctuary (LEWS) di Sarawak, Malaysia. Selain itu TNBK juga merupakan salah satu dari 20 Taman Nasional Model di Indonesia.
Kawasan TNBK juga merupakan salah satu fokus penting dalam aktivitas program Heart of Borneo (HoB) yang melibatkan 3 (tiga) Negara, yaitu : Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor: SK.120/ IV-KK/2009 tanggal 15 Juli 2009, kawasan TNBK terbagi dalam 6 (enam) zona yaitu:
Zona Inti, seluas 385.368 ha (48,17 %) meliputi DAS Embaloh 120.343 ha, DAS Sibau 61.291 ha, DAS Mendalam 32.120 ha dan DAS Kapuas 171.615 ha. Zona ini merupakan kawasan dengan lima tipe ekosistem yang memiliki tingkat kerentangan tinggi karena merupakan daerah tangkapan air utama.
Selain itu zona ini juga merupakan habitat dari spesies kunci kawasan TNBK yaitu orang hutan (Pongo pygmaeus), burung dari kerabat Bucerotidae dan habitat dati ikan Semah.

Zona Rimba, seluas 231.529 ha (28,94 %) meliputi DAS Embaloh 59.806 ha, DAS Sibau 52.227 ha. DAS Mendalam 43.845 ha, dan DAS Kapuas 76.012 ha. Zona Rimba TNBK merupakan kawasan yang berpotensi menjadi Areal Wisata terbatas dan Minat Khusus. Selain itu zona ini merupakan daerah jelajah dari berbagai satwa liar di kawasan TNBK serta merupakan persinggahan dari burung-burung migran.
Zona Pemanfaatan , seluas 24.859 ha (3,11 %) meliputi DAS Embaloh 7.170 ha, DAS Sibau 7.425 ha, DAS Mendalam 2.160 ha, dan DAS Kapuas 8.104 ha.
Zona ini menyimpan potensi berupa lokasi-lokasi pengembangan wisata alam, berupa gua, air terjun, pegunungan karst, sungai dengan riam-riam serta rute hiking.

Zona Tradisional, seluas 143.894 ha (17, -99 %) meliputi DAS Embaloh 28.250 ha, DAS Sibau 6.369 ha, DAS Mendalam 16.398 ha, dan DAS Kapuas 92.876 ha.
Zona ini dibentuk sebagai zona pemenuhan kebutuhan protein dan hasil hutan non kayu (rotan, getah, jelutung, sarang Wallet) bagi masyarakat di sekitarnya.

Zona Religi, Budaya dan Sejarah, seluas 10.196 ha (1,27%) meliputi DAS Embaloh 4.182 ha, DAS Kapuas 6.014 ha. Zona Ini terdapat berbagai potensi peninggalan sejarah dan situs budaya dalam bentuk makam leluhur masyarakat Dayak yang dinamakan Tembawang”.
Zona Khusus (Pemukiman) seluas 4.154 ha (0,52 %) meliputi DAS Kapuas 3.905 ha dan DAS Mendalam 249 ha. Zona ini terdiri dari kawasan pemukiman penduduk (desa Tanjung Lokang di DAS Kapuas) dan ladang masyarakat Dayak Bukat pada DAS Sungai Mendalam.

Baca Selengkapnya ....

BUDAYA KALBAR

Posted by Unknown Kamis, 18 Juli 2013 1 komentar
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan, dan beribukotakan Pontianak.
Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki propinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.

Walaupun sebagian kecil wilayah Kalbar merupakan perairan laut, akan tetapi Kalbar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni.


Banyaknya jenis kebudayaan tarian di Kalimantan Barat

Tarian Monong.


Tarian penolak penyakit agar penderita mendapatkan kesembuhan. Dalam tarian ini, si penari berlaku seperti dukun lengkap dengan jampi-jampinya.


Tari Zapin pada masyarakat Melayu kalimantan Barat, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat, sebagai media ungkap kebahagiaan dalam pergaulan. jika ia menggunakan properti Tembung, maka disebut Zapin tembung, jika menggunakan kipas maka di sebut Zapin Kipas.

Tari Jonggan merupkan tari pergaulan masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak yang masih dapat ditemukan dan dinikmati secara visual, tarian ini meceritakan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Dalam tarian ini para tamu yang datang pada umumnya diajak untuk menari bersama.

Tradisi Kalimantan Barat

Tradisi Robo-robo
Robo-robo berasal dari kata Robo atau Rabu.


Tradisi Robo-Robo
Diadakan pada Rabu terakhir bulan Sapar (Hijriah) yang menyimbolkan keberkahan. Menurut cerita, ritus ini merupakan peringatan atau napak tilas kedatangan Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Matan (Martapura) ke Kerajaan Mempawah (Pontianak).
Ritual tersebut dimulai ketika Raja, Ratu Mempawah, putra-putrinya serta punggawa dan pengawal berangkat dari Desa Benteng, Mempawah, menggunakan perahu bidar, yakni perahu kerajaan dari Istana Amantubillah. Kapal tersebut akan berlayar menuju muara Sungai Mempawah yang terletak di Desa Kuala Mempawah dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan. Di muara sungai akan dilakukan semacam upacara "penyambutan" ke laut seperti ketika Opu Daeng Menambon tiba di muara sungai tersebut untuk pertama kalinya.
Robo-robo itu sendiri dimaksudkan sebagai suatu peringatan serangkaian kejadian penting bermula Haulan pada hari Senin malam Selasa terakhir bulan Syafar guna mengenang hari wafatnya Opu Daeng Manambun.
Bagi warga keturunan Bugis di Kalbar, robo-robo biasanya diperingati dengan makan bersama keluarga di halaman rumah. Tidak hanya di rumah, makan bersama juga dilakukan siswa di berbagai sekolah baik tingkat SD hingga SMU pada Rabu pagi.

Kebudayaan Kalimantan Barat

Wayang gantung, sebuah kesenian yang hampir punah dari daerah Singkawang, Kalimantan Barat.
. Namanya hampir tidak pernah kedengaran lagi. Salah seorang kakek Chin Nen Sin di Desa Lirang, Singkawang Selatan masih menyimpan boneka wayang gantung asli dari Cina. Kakek itu menyimpan rapih boneka wayang gantung yang telah berusia 200 tahunan. Boneka-boneka wayang itu dismpan rapih dalam peti dan baru dikeluarkan saat pertunjukkan berlangsung.
Boneka wayang gantung merupakan sisa-sisa tradisi warisan leluhur etnis Tionghoa di Singkawang. Konon, koleksi boneka ini hanya tinggal satu-satunya di Indonesia.
Pertunjukkan wayang gantung dimainkan oleh 112 orang. Semua pemainnya adalah kakek-kakek. Hmm, generasi muda belum banyak yang tahu tentang pertunjukkan wayang ini. Jadilah, kakek-kakek yang paling menguasainya.
Pertunjukkan wayang gantung diiringi dengan kecapi dan lagu Mandarin. Selain itu, ceritanya juga dituturkan dalam bahasa Cina.
 
 
Dan masih banyak lainya tradisi serta kebudayaan yang ada di kalimantan Barat.

Baca Selengkapnya ....

KALIMANTAN BARAT

Posted by Unknown 0 komentar
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi  di Indonesia  yang terletak di Pulau Kalimantan, dan beribukotakan  Pontianak. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki propinsi “Seribu Sungai”. Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.Walaupun sebagian kecil wilayah Kalbar merupakan perairan laut, akan tetapi Kalbar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Barat menurut sensus tahun 2000 berjumlah 4.073.430 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).

Jl. Tanjung Pura, 11 Mei 1975
Sejarah
Menurut kakawin Nagarakretagama (1365), Kalimantan Barat menjadi taklukan Majapahit, bahkan sejak zaman Singhasari yang menamakannya Bakulapura. Menurut Hikayat Banjar (1663), negeri Sambas, Sukadana dan negeri-negeri di Batang Lawai (nama kuno sungai Kapuas) pernah menjadi taklukan Kerajaan Banjar sejak zaman Hindu. Sejak 1 Oktober 1609, Kerajaan Sambas menjadi daerah protektorat VOC-Belanda. Sesuai perjanjian 20 Oktober 1756 VOC-Belanda akan membantu Sultan Banjar Tamjidullah I untuk menaklukan kembali daerah-daerah yang memisahkan diri diantaranya Sanggau, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi). Menurut akta tanggal 26 Maret 1778 negeri Landak dan Sukadana diserahkan kepada VOC-Belanda oleh Sultan Banten. Inilah wilayah yang mula-mula menjadi milik VOC-Belanda selain daerah protektorat Sambas. Pada tahun itu pula Pangeran Syarif Abdurrahman Alkadrie direstui VOC-Belanda sebagai Sultan Pontianak yang pertama dalam wilayah milik Belanda tersebut. Pada tahun 1789 Sultan Pontianak dibantu Kongsi Lan Fang diperintahkan VOC-Belanda untuk menduduki negeri Mempawah. Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjar menyerahkan Jelai, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi) kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada 1855, negeri Sambas dimasukan ke dalam wilayah Hindia Belanda mejadi Karesidenan Sambas. 

Gedung Pertemuan Kota Besar Pontianak,sekarang Balai Prajurit 1961
Zaman pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat dalam STB 1938 No. 352, antara lain mengatur dan menetapkan bahwa ibukota wilayah administratif Gouvernement Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi atas 2 Residentir, salah satu diantaranya adalah Residentie Westerafdeeling Van Borneo dengan ibukota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen. Pada tanggal 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. Undang-undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua provinsi itu adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Iklim di kalimantan barat beriklim tropik basah, curah hujan merata sepanjang tahun dengan puncak hujan terjadi pada bulan Januari dan Oktober suhu udara rata-rata antara 26,0 s/d 27,0.kelembapan rata-tara antara 80% s/d 90%. 

Suku Bangsa
Daerah Kalimantan Barat dihuni oleh Penduduk Asli Dayak dan kaum pendatang lainnya dari Sumatra dan kaum urban dari tiongkok dan daerah di Indonesia lainnya. Suku Bangsa yang Dominan Besar yaitu Dayak ,Melayu dan Tionghoa, yang jumlahnya melebihi 90% penduduk Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, Batak, dan lain-lain yang jumlahnya dibawah 10%.
Suku Dayak terdiri dari : (1) Rumpun Kanayatn , (2) Rumpun Ibanic , (3) [[ Rumpun Bidoih ( Kidoh-Madeh ) , (4) Rumpun Banuaka", (5) Rumpun Kayaanic (6) Rumpun Uut Danum dan Kelompok  Suku Melayu
lain-lain:
1. Suku Banjar
2. Suku Pesaguan
3. Suku Bugis
4. Suku Sunda
5. Suku Jawa
6. Suku Madura
7. Suku Minang
8. Suku Batak
9. dan lain-lain
* Tionghoa
1. Hakka
2. Tiochiu
3. dan lain-lain

Bahasa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang secara umum dipakai oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu bahasa penghubung yaitu bahasa Melayu Pontianak, Melayu Sambas dan Bahasa Senganan menurut wilayah penyebarannya, Demikian juga terdapat beragam jenis Bahasa Dayak, Menurut penelitian Institut Dayakologi terdapat 188 dialek yang dituturkan oleh suku Dayak dan Bahasa Tionghoa seperti Tiochiu dan Khek/Hakka. Dialek yang di masksudkan terhadap bahasa suku Dayak ini adalah begitu banyaknya kemiripannya dengan bahasa Melayu, hanya kebanyakan berbeda di ujung kata seperti makan (Melayu), makatn (Kanayatn), makai (Iban), makot (Melahui). Khusus untuk rumpun Uut Danum, bahasanya boleh dikatakan berdiri sendiri dan bukan merupakan dialek dari kelompok Dayak lainnya. Dialeknya justru ada pada beberapa sub suku Dayak Uut Danum sendiri. Seperti pada bahasa sub suku Dohoi misalnya, untuk mengatakan makan saja terdiri dari minimal 16 kosa kata, mulai dari yang paling halus sampai ke yang paling kasar. Misalnya saja ngolasut (sedang halus), kuman (umum), dekak (untuk yang lebih tua atau dihormati), ngonahuk (kasar), monirak (paling kasar) dan Macuh (untuk arwah orang mati). Bahasa Melayu di kalbar terdiri atas beberapa jenis, antara lain Bahasa Melayu Pontianak, dan Bahasa Melayu Sambas. Bahasa Melayu Pontianak sendiri memiliki logat yang sama dengan bahas Melayu Malaysia dan Melayu Riau.

Agama
Mayoritas penduduk Kalimantan Barat memeluk agama Islam (35%), Katolik (28%), Protestan (10%), Buddha (6,4%), Hindu (0,2%), lain-lain (1,7%).
Batas wilayah
Utara berbatasan dengan Sarawak, Malaysia Timur
Selatan berbatasan dengan Laut Jawa
Barat berbatasan dengan Laut Natuna, Selat Karimata dan Samudra Pasifik
Timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah.
Daftar gubernur
  1. Adji Pangeran Afloes 1957     1958
  2. Djenal Asikin Judadibrata 1958 – 1 959
  3. Johanes Chrisostomus Oevang Oeray 196 0 – 1966
  4. Soemardi, Bc. HK 1967 – 1972
  5. Kol. Kadarusno 1972 – 1977
  6. H. Soedjiman 1977 – 1987
  7. Brigjen H. Parjoko Suryokusumo 1987 – 1993
  8. Mayjen H. Aspar Aswin 1993 – 13 Januari 2003
  9. Usman Jafar 13 Januari 2003 – 14 Januari 2008
  10. Drs.Cornelis MH 14 Januari 2008 – sekarang
Pertanian & Perkebunan
Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup melimpah. Hasil pertanian Kalimantan Barat diantaranya adalah padi, jagung, kedelai, dan lain-lain. Sedangkan hasil perkebunan diantaranya adalah karet, kelapa sawit, kelapa, lidah buaya, dan lain-lain.

Tarian Suku Dayak
Seni dan Budaya

Tarian Tradisional
Tari Monong / Manang / Baliatn, merupakan tari Penyembuhan yang terdapat pada seluruh masyarakat Dayak. tari ini berfungsi sebagai penolak / penyembuh / penangkal penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi. tarian ini hadir disaat sang dukun sedang dalam keadaan trance, dan tarian ini merupakan bagian dari upacara adat Bemanang / Balian.

Tari Pingan, Merupakan Tarian Tunggal pada masyarakat Dayak Mualang Kabupaten Sekadau yang di masa kini sebagai tari hiburan masyarakat atas rezeki / tuah / makanan yang diberikan oleh Tuhan. Tari ini menggunakan Pingan sebagai media atraksi, dan tari ini berangkat dari kebudayaan leluhur di masa lalu, yang berkaitan erat dengan penerimaan / penyambutan tamu / pahlawan.

Tari Jonggan merupkan tari pergaulan masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak yang masih dapat ditemukan dan dinikmati secara visual, tarian ini meceritakan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Dalam tarian ini para tamu yang datang pada umumnya diajak untuk menari bersama.

Tari kondan merupakan tari pergaulan yang diiringi oleh pantun dan musik tradisional masyarakat Dayak Kabupaten sanggau kapuas, kadang kala kesenian kondan ini diiringi oleh gitar. kesenian kondan ini adalah ucapan kebahagiaan terhadap tamu yang berkunjung dan bermalam di daerahnya. kesenian ini dilakukan dengan cara menari dan berbalas pantun.

Tari Melayu Kreasi
Kinyah Uut Danum, adalah tarian perang khas kelompok suku Dayak Uut Danum yang memperlihatkan kelincahan dan kewaspadaan dalam menghadapi musuh. Dewasa ini Kinyah Uut Danum ini banyak diperlihatkan pada acara acara khusus atau sewaktu menyambut tamu yang berkunjung. Tarian ini sangat susah dipelajari karena selain menggunakan Ahpang (Mandau) yang asli, juga karena gerakannya yang sangat dinamis, sehingga orang yang fisiknya kurang prima akan cepat kelelahan.
Tari Zapin pada masyarakat Melayu kalimantan Barat, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat, sebagai media ungkap kebahagiaan dalam pergaulan. jika ia menggunakan properti Tembung, maka disebut Zapin tembung, jika menggunakan kipas maka di sebut Zapin Kipas.

Sapek, Alat tradisional Dayak
Alat Musik Tradisional 
Gong / Agukng, Kollatung (Uut Danum) merupakan alat musik pukul yang terbuat dari kuningan, merupakan alat musik yang multifungsi baik sebagai mas kawin, sebagai dudukan simbol semangat dalam pernikahan. maupun sebagai bahan pembayaran dalam hukum adat.
Tawaq ( sejemis Kempul ). merupakan alat musik untuk mengiringi tarian tradisional masyarakat Dayak secara umum. Bahasa Dayak Uut Danum menyebutnya Kotavak.
Sapek. merupakan alat musik petik tradisional dari Kapuas hulu dikalangan masyarakat Dayak Kayaan Mendalam kabupaten Kapuas hulu. Pada masyarakat Uut Danum menyebutnya Konyahpik (bentuknya) agak berbeda sedikit dengan Sapek.
Balikan / Kurating. merupakan alat musik petik sejenis Sapek, berasal dari Kapuas Hulu pada masyarakat Dayak Ibanik, Dayak Banuaka”.

Kangkuang Merupakan alat musik pukul yang terbuat dari kayu dan berukir, terdapat pada masyarakat Dayak Banuaka Kapuas Hulu. Keledik / kedire”. Merupakan alat musik terbuat dari labu dan bilah bambu di mainkan dengan cara ditiup dan dihisap. terdapat di daerah Kapuas Hulu. Pada suku Dayak Uut Danum di sebut Korondek. Entebong. Merupakan alat musik Pukul sejenis Gendang, yang banyak terdapat di kelompok Dayak Mualang di daerah Kabupaten Sekadau. Rabab (rebab), yaitu alat musik gesek, terdapat pada suku Dayak Uut Danum. Kohotong, yaitu alat musik tiup, terbuat dari dahan semacam pelepah tanaman liar di hutan seperti pohon enau. Sollokanong (beberapa suku Dayak lain menyebutnya Klenang) terbuat dari kuningan, bentuknya lebih kecil dari gong, penggunaannya harus satu set. Terah Umat (pada Dayak Uut Danum), alat musik ketuk seperti pada gamelan Jawa. Alat ini terbuat dari besi (umat) maka di sebut Terah Umat.

Mandau
Senjata Tradisional 
Mandau (Ahpang : sebutan Uut Danum) sejenis Pedang yang memiliki keunikan tersendiri, dengan ukiran dan kekhasannya. Pada suku Dayak Uut Danum hulunya terbuat dari tanduk rusa yang di ukir, sementara besi bahan Ahpang (Mandau) terbuat dari besi yang di tambang sendiri dan terdiri dari dua jenis yaitu Bahtuk Nyan yang terkenal keras dan tajam sehingga lalat hinggap pun bisa putus tapi mudah patah dan Umat Motihke yang terkenal lentur, beracun dan tidak berkarat. Keris, Tumbak, Sumpit (Sohpot: sebutan Uut Danum), Senapang lantak, Duhung (Uut Danum), Isou Bacou atau parang yang kedua sisinya tajam (Uut Danum), Lunjuk atau sejenis tumbak untuk berburu (Uut Danum).

SASTRA LISANBekana. merupakan cerita orang tua masa lalu yang menceritakan dunia khayangan atau Orang Menua pangau ( dewa – dewi ) dalam Mytrologi Dayak Ibanik: Iban , Mualang, Kantuk, Desa dll. Bejandeh. Sejenis bekana tapi objek ceritanya beda Nyangahatn. Doa tua pada masyarakat Dayak Kanayatn.

Pada suku Dayak Uut Danum, sastra lisannya terdiri dari Kollimoi (jaman kedua), Tahtum (jaman ketiga), Parung, Kandan, dan Kendau. Pada jaman tertua atau pertama adalah kejadian alam semesta dan umat manusia. Pada sastra lisan jaman kedua ini adalah tentang kehidupan manusia Uut Danum di langit. Pada jaman ketiga adalah tentang cerita kepahlawanan dan pengayauan suku dayak Uut Danum ketika sudah berada di bumi, misalnya bagaimana mereka mengayau sepanjang sungai Kapuas sampai penduduknya tidak tersisa sehingga dinamakan Kopuas Buhang (Kapuas yang kosong atau penghuninya habis) lalu mereka mencari sasaran ke bagian lain pulau Kalimantan yaitu ke arah kalimantan Tengah dan Timur dan membawa nama-nama daerah di Kalimantan Barat, sehingga itulah mengapa di Kalimantan Tengah juga ada sungai bernama sungai Kapuas dan Sungai Melawi.

Tahtum ini jika dilantunkan sesuai aslinya bisa mencapai belasan malam untuk satu episode, sementara Tahtum ini terdiri dari ratusan episode. Parung adalahsastra lisan sewaktu ada pesta adat atau perkawinan. Kandan adalah bahasa bersastra paling tinggi dikalangan kelompok suku Uut Danum (Dohoi, Soravai, Pangin, Siang, Murung, dll)yang biasa digunakan untuk menceritakan Kolimoi, Parung, Mohpash, dll. Orang yang mempelajari bahasa Kandan ini harus membayar kepada gurunya. Sekarang bahasa ini sudah hampir punah dan hanya dikuasai oleh orang-orang tua. Sementara Kendau adalah bahasa sastra untuk mengolok-olok atau bergurau.

Tenun Ikat Sintang
TENUN
Kain Tenun Tradisional terdapat di beberapa daerah, diantaranya: – Tenun Daerah Sambas, – Tenun Belitang daerah Kumpang Ilong Kabupaten Sekadau, – Tenun Ensaid Panjang Kabupaten Sintang, – Tenun Kapuas Hulu.

Kerajinan TanganTikar Lampit, di Pontianak dan daerah Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu. – Ukir-ukiran, perisai, mandau dll terdapat di Pontianak dan Kapuas Hulu. – Kacang Uwoi (Tikar Rotan bermotif) khas suku Dayak Uut Danum. – Takui Darok (Caping lebar bermotif) khas suku Dayak Uut Danum.

Kue TradisionalLemang. terbuat dari pulut di masukan ke dalam bambu, merupakan makanan tradisional masyarakat masa lampau yang kini masih dilestarikan. Lemper. terbuat dari pulut yang di isi daging / kacang terdapat didaerah Purun merupakan makanan tradisional Lepat. terbuat dari tepung yang di dalamnya di masukan pisang. Jimut. kue tradisional pada masyarakat Dayak Mualang daerah Belitang Kabupaten Sekadau , yang terbuat dari tepung yang dibentuk bulatan sebesar bola pimpong. Lulun. sejenis lepat, yamg isimya gula merah, terdapat di daerah Belitang kab sekadau Lempok. Terdapat di pontianak dibuat dari Durian (hampir semua suku Dayak dan Melayu mempunyai kebiasaan membuat Lempok) Tumpi’. terdapat pada

masyarakat Dayak kanayatn, yang terbuat dari bahan tepung. Tehpung. Kue tradisional pada dayak Uut Danum, terbuat dari beras pulut yang ditumbuk halus dan digoreng. Kue ini biasanya di buat pada acara adat, bentuknya ada yang seperti perahu, gong dan lain-lain.

Masakan dan makanan TradisionalMasakan Asam Pedas di daerah Pontianak Masakan Bubur Pedas daerah Sambas Kerupok basah Makanan Khas kapuas Hulu Ale-ale Makanan Khas Ketapang Pansoh ( Masakan daging di dalam bambu ) pada masyarakat Dayak Nasi Akuang. terdapat di Pontianak, masakan khas tiong hoa Mie Tiau terdapat di kota Pontianak dan sekitarnya. 

Baca Selengkapnya ....

WISATA BAHARI: PULAU LEMUKUTAN, KALBAR

Posted by Unknown 0 komentar
Yuuk kita intip sisi-sisi daerah di kalimantan Barat. Kira2 kali ini akan ketemu apa ya?? Kali ini saya akan mengajak Anda untuk menikmati indahnya panorama bawah laut. Tidak hanya itu, saya juga akan mengenalkan berbagai macam penghuni bawah laut..hehehe
Baiklah...kali ini kita akan berjalan-jalan menyusuri indahnya sebuah Pulau di KalBar. Pulau lemukutan, yupppp Pulau lemukutan namanya. Pulau yang sudah menjdai konservasi laut untuk melindungi makhluk hisup dalam laut.
Naaah, yang di samping itu beberapa contoh pemandangan yang ada di alam bawah air pulau Lemukutan. Indah Bukan??Pastinya, keindahan yang masih asri dan laut yang masih terjaga, akan memanjakan diri Anda melihat surga dunia di Kalimantan Barat. Pulau leukutan memang sangat cocok bagi yang suka menyelam. 
Pulau Lemukutan bisa menjadi salah  satu pilihan menarik berlibur di akhir  yang menawarkan  paket wisata bahari seperti  memancing, bersepeda, memotret dan tentunya menyelam menyalami keindahan bawah laut.
Pulau yang berada di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat  memiliki topografi menyerupai badan seekor lembu. Kondisi hutan yang masih perawan, terjaga secara alami oleh masyarakat setempat, membuat pulau ini masih sangat alami.
Inilah yang mendorong sejumlah aktivis pencinta alam yang bergabung dalam  Perhimpunan Penjelajah Alam Terbuka Sakawana  menjadikan Pulau Lemukutan sebagai site berlatih dan bereaksi bersama sesama anggota.
Kini  mereka mengajak masyarakat umum  untuk berkunjung dan menikmati wisata bahari. Untuk kegiatan memancing, ucap Iswono,  bersepeda dan memotret, panitia hanya menyediakan transportasi, akomodasi dan konsumsi selama berkegiatan. Sedangkan untuk perlengkapan pendukung kegiatan, seperti sepeda, alat memancing dan umpannya, maupun kamera bagi peserta hunting foto, peserta membawa peralatan masing-masing.
Khusus untuk pelatihan dan sertifikasi selam, seluruh peralatan menyelam disediakan oleh panitia.
Pulau Lemukutan yang berjarak sekitar empat puluh lima menit pelayaran dari dermaga Teluk Suak, di Kecamatan Sungairaya Kepulauan, ini merupakan salah satu gugusan kepulauan yang berada di wilayah perairan selat Karimata.
Berdampingan dengan beberapa pulau lainnya, seperti Kabung, Randayan, Penata dan lainnya. Tetapi, di antara pulau-pulau tersebut, Lemukutanlah yang memiliki wilayah paling luas dengan jumlah penduduk terbesar. Tak heran, di pulau itu pulalah Kantor Desa Lemukutan berad.
Pulau Lemukutan termasuk kedalam kawasan konservasi laut daerah yang ada di Kecamatan Sungai Raya Kepualaun, Kabupaten Bengkayang dan satu satunya kawasan konservasi laut yang ada di Kalimantan Barat. Selain Pulau Lemukutan, ada juga P. Randayan, P. Penata Besar, P. Penata Kecil, P. Seluas dan P. Kabung yang termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di kawasan konservasi tersebut. Pulau Lemukutan memiliki panorama bawah laut yang cukup indah, dengan gugusan karang tepi dan masih terjaga walau dibeberapa titik pernah mengalami kerusakan akibat coral bleaching dan blast fishing tahun 1990an. Selain panorama bawah laut, kita juga dapat menikmati keindahan hutan Pulau Lemuktuan yang masih terjaga, proses pembuatan manisan rumput laut dan buah pala, bagan untuk menangkap ikan teri dan sotong, serta keramah tamahan penduduk lokal disana. Untuk menuju pulau tersebut, kita hanya dapat menggunakan kendaraan air yang biasanya tersedia di daerah Teluk suak, sekitar 115 Km dari Kota Pontianak, atau 32 Km dari Kota Singkawang. Angkutan penumpang tersebut yang hanya tersedia sekitar pukul 9.00 sampai dengan 10.00 WIB dengan menggunakan motor air. Lama perjalanan dari teluk suak ke pulau lemukutan sekitar kurang lebih 1-2 jam tergantung kepada berapa pulau yang akan disinggahi oleh motor air untuk mengantar penumpangnya. Sepanjang perjalanan sebelum sampai di pulau lemukutan, kita terlebih dahulu melewati gugusan pulau-pulau lain yang pemandangan bawah lautnya  tidak kalah indah. Air yang jernih, menyebabkan dasar laut dengan tumbuhan karang berwarna-warni, dapat kita lihat langsung dari atas motor air.
Untuk menikmati keindahan Pulau Lemukutan, biaya yang dikeluarkan cukup murah yaitu sekitar Rp. 500 ribu per orang selama 2 hari 1 malam disana. Dimana biaya tersebut sudah termasuk penyeberangan dari teluk suak - P. Lemukutan (pp), penginapan 1 malam, 2x makan (makan siang dan makan malam) dan 1 hari penyewaan alat snorkeling. 


Baca Selengkapnya ....

KalBar, Berlibur Tempat Bupoh.

Posted by Unknown Senin, 15 Juli 2013 0 komentar
Pagi sayahabat bayi semua, Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta dalam lindungan Allah SWT...Aamiin...Pagi ini mau bercerita tentang pengalaman saya pergi ke tempat Bupoh  (Nenek). Di usia saya yang masih sangat bayi, yaitu umur 2 bulan aku sudah melaksanakan perjalanan yang jauh selama berjam-jam. Di tambah lagi jalan untuk menuju ke Daerah  Bupoh saya ya lumayan (lumayan jauh dan lumayan bikin bokong kita menjadi bertanduk..hehehe). Tapi, di balik itu, saya sangat enikmati perjalanan itu.
Untuk mencapai tujuan di sana, bisa di tempuh dengan jalan darat mauun udara. Karena sesuatu hal, orang tua saya mengajak saya mengajak saya untuk menggunakan perjalanaan darat. Ada beberapa pilihan penggunaan transportasi darat, ada bis dan taksi yang berbagai macam. Tetapi, orang tua saya lebih percaya menggunakan bis pemerintah yaitu bis DAMRI dengan alasan kenyamanan. Bis ini lebih mengutamakan kenyamanan penumpang karena bekerja tidak mengejar target, untungny lagi pada waktu itu di kendarai oleh sopir yang handal dan sabar *kelihatan dari gaya nyopirnya*.
Jam 06.00 pagi kami sudah mulai berangkat ke terminal DAMRI, jarak dari rumah sekitar15 menit jika memakai mobil. Dan benar saja, 15 menit kami sudah nyampai ke DAMRI. jam keberangkatan jam 8 pagi, kami sengaja berangkat agak awal karena bawaaan barang yang banyak dan juga saya yang masih bayi. Sesampai di DAMRI, seperti biasa para penumpang harus cek in terlebih dahulu sebelum keberangkatan. Waktu sudah enunjukan jam 7.30 dan bis pun sudah stand by di sana. Dengan segera, barang bawaan segera di masukkan di bagian baasi bis.
Perjalanan pun di mulai, terlihat ada beberapa kursi kosong yang masih tersedia. Kayanya akan ada penumpang yang naik dari tempat lain, kemungkinan rumahnya di lewati oleh DAMRI. 1 jam,2jam, 3 jam,4 jam kami lalui di dalam bis, dalam perjalanan ini kondisi jalan masih bisa di katakan bagus. karena hanya ada beberapa tempat yang masih banyak lobang, sekitr jam 12 an kami singgah di Sosok, kalo di hitung2 ya pertengahan antara Pontianak-Sintang. Kurang lebih 40 menit kami beristirahat di sana, sambil menikmati hidangan yang ada di persinggahan sana. Perlu di ketahui, barang2 yang di jual di sana harganya melambung tinggi sekali, up and above in the high lah pokoknya...Tapi apa mau dikata, karena itu kebutuhn ya harus terpenuhi.
Selesai istirahat, kami langsung tancp kembali. Dan kira2 60 km dari sini lah akan merasakan benar2 jalan yang terasa di injak2 oleh gajah..hufffft....badan remuk...tulang pada saling silang dech pokoknya..heheheh. Ya gak apa lah, ini demi tujuan mulia perjalanan kebarat mencari kitab suci...weleh welwh kayak cerita sungokong aja...heheheh
Tiba di sintang pukul 05.30 sore dengan keadaan hujan. Kami bingung karena jemputan belum datang, dan ini memang sebuah anugrah karena kami dapat tumpangan untuk singgah ke tempat orang (juga penumpang dalam satu bis) ke rumahnya, dengan tidak sungkan kami pun menerima nya dengan alasan kasihan si bayi. Cerita ketemu cerita, ternyata beliau kenal dengan Abang saya yang menjadi anggota Tentara dan bekerja di KOREM Sintang. Kami tidak menyangka, ini akan terjadi, tetapi ini lah berkah yang di berikan oleh Tuhan.
Jam 9 malam, jemputa baru datang karena jarak lokasi ke Sintang sekitar 30 km. Pada kondisi biasa ini bisa di tempuh dalam waktu sejam, tetapi karena ketika sudah berangkat tiba2 mobil mengalami e=kerusakan di bagian lampu. Perut kami lapar, dan akhirnya mencari warung yang masih buka. Untungnya masih ada lamongan yang masih buka, dan kami pun singgah untuk mencari makanan. Selesai makan, kami lanjut perjalanan dan sekitar jam 11 malam kami baru nyampai rumah. bayangkan hampir 18 jam kami berada di jalan,,ini sesuatu banget untuk ukuran bayi yang masih berumur 2 bulan. Tapi, Alhamdulillah keadan bayi kami dslsm keadaan selamt.



Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of AQILA PUTRI KALBAR.